Akhir Perjuangan Dianti, Korban Tewas Longsor Bandara Soetta, bagaimana keadaannya ya ?

Akhir Perjuangan Dianti, Korban Tewas Longsor Bandara Soetta


Pihak Rumah Sakit Mayapada melakukan jumpa pers pada Selasa (6/2) terkait korban terjatuh underpass underpass Soekarno-Hatta. (CNN Indonesia / Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia - Fasilitas Pemeliharaan Garuda Karyawati (GMF) Aero Asia, Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri (24) meninggal di Rumah Sakit Mayapada, Tangerang setelah sempat bertahan selama belasan jam usai mobil Honda Brio miliknya tertimbun longsor di jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta.

Mobil Honda Brio bernomor polisi A 1567 AS itu melintas lokasi kejadian di Jalan Perimeter, Senin (5/2) sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut Direktur Keuangan Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia, Insan Nurcahyo, jalan yang dilalui kaki merupakan jalan yang biasa dilalui setelah pulang kerja.


Dianti merupakan pegawai tetap GMF, sedangkan Mutmainah berstatus pegawai outsourcing.

"Jam kerja pukul 07.00-16.00 WIB," kata Insan.
Lihat juga: Korban Meninggal Longsor Bandara Tengah Puasa saat Kejadian

Saat kejadian, kondisi sedang hujan. Dinding underpass roboh, dan langsung menimpa mobilanda.

VP Corporate Secretary PT GMF AeroAsia M. Arif Faisal menjelaskan, saat itu, mobil dikendarai oleh Dianti bersama rekannya Mutmainah Syamsuddin.

"Dikendarai oleh Dianti," kata Arif.


Upaya evakuasi korban longsor di underpass kereta Bandara Soekarno Hatta. (ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal)
Selain tanah longsor, beton dinding underpass ambruk dan menimpa mobil mereka. Mobil tak bisa bergerak tahan longsor, dan menutup mobil.

Klakson mobil berbunyi saat kejadian. Petugas dan pengendara yang melintas langsung mengevakuasi korban kedua korban. Namun, karena tertimpa beton, proses evakuasi membutuhkan waktu.

Alat berat yang disiagakan juga tidak bisa digunakan secara maksimal. Petugas khawatir penggunaan alat berat jutru akan membuat bangunan underpass ambruk, dan efek korban. Petugas memutuskan untuk menggunakan cangkul secara manual dan alat berat sesekali.

Proses evakuasi sejak pukul 18.00 WIB hingga Selasa (6/2) pagi.

"Dianti sudah berhasil dievakuasi jam 03.00 dan dilarikan ke RSUD tangerang lalu dirujuk ke RS Mayapada," kata Arif.
Lihat juga: Polisi Belum Selidiki Dugaan Pidana Insiden Longsor Bandara

Sementara Mutmainah, baru berhasil dievakuasi pukul 07.05 WIB. "Setelah 14 jam berada di lokasi untuk dibantu dan sudah dilarikan ke RS Siloam Karawaci," kata Arif.

Sejak pukul 03.00 WIB, Dianti menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang. Namun, karena kondisinya semakin tajam, Dianti dibawa ke RS Mayapada.

Direktur RS Mayapada dr. Markus Waseso Suharyono menceritakan, sekitar pukul 05.00 WIB, tim RS Mayapada dihubungi oleh RSUD Tangerang.

"Perlu dirujuk dengan alasan perlu pertolongan lebih jauh yaitu Intensive Care Unit (ICU). Dari informasi yang kami terima ICU di RSUD saat itu belum bisa melayani, sehinga butuh bantuan ICU di rumah sakit lain," katanya.

Pada saat itu, kata Markus, berdasarkan laporan yang diberikan dari hasil pemeriksaan di tempat, kondisi pasien sakit berat, sangat lemah, dan tak mengantuk, "katanya.

Menurut Markus, dokter menyatakan ada pembengkakan di daerah leher Dianti. "Dan juga ada memar di daerah perut pasien dan di tungkai kiri sudah terpasang gips. Ada juga pembengkakan di daerah paha sebelah kanan," katanya.

Tekanan darah Dianti, menurut Markus, itu 90/60. "Nadi lemah tapi masih teraba," katanya.

Dianti, kemudian dibawa ke RS Mayapada didampingi pihak keluarga, manajemen GMF.

"Dipindah ke RS Mayapada. Ditransfer pakai ambulans didampingi dokter dan tim medis," katanya.
Lihat juga: GMF Tanggung Semua Biaya Perawatan Korban Longsor Bandara
Selama perjalanan dari RSUD Tangerang menuju RS Mayapada, kondisi Dianti makin lemah. "Sela jam 6 lewat sedikit, ambulans sampai ke depan IGD," katanya.

Namun, saat akan pindah ke ranjang tiba-tiba Dianti berhenti napas.

"Kalau dalam istilah kedokteran dengan nadi yang melambat sehingga dokter melakukan tindakan bantuan," katanya.

Proses tindakan bantuan itu dilakukan kurang lebih sektiar 30 menit.

"Pasien sudah bisa dievakuasi ke ruang IGD, dan setelah 30 menit sekitar jam 06.43, dokter disaksikan kelaurga, dan perusahan yang mengantar, dan rumah sakit pasien terbit dunia," katanya.

Tentang Saya

Postingan Yang Populer

Pages

recent posts

Video of the Day

Like us on Facebook

Contact Form

Name

Email *

Message *